PENGARUH METODE MUSYAWARAH DALAM PEMBELAJARAN KITAB KUNING TERHADAP KEMAMPUAN SANTRI PADA KETERAMPILAN LITERASI DAN CRITICAL THINKING DI PESANTREN KEBON JAMBU

 

Muhamad Irpan

IAIN Syekh Nurjati Cirebon

irfanhasfa@gmail.com

 

 

Abstract

Literacy and critical thinking skills become skills mastered in XXI century. Education at Islamic boarding schools especially at Kebon Jambu have learning method is considered capable of forming literacy and critical thinking skills, that method is deliberation because in deliberation needed argumentation is built from literacy in reading the yellow bible and critical thinking. Based on above background, author conducted a study with aim to knowing how much effect deliberation method in literacy skills, how much effect deliberation in critical thinking skills, and how much effect literacy skills in critical thinking skills at Kebon Jambu. This research uses a quantitative approach with regression analysis techniques to determine magnitude of effect between variables with help of SPSS 25 for windows. Population and sample 30 students. Research data obtained through a questionnaire. Deliberation method uses Piaget and Vigotsky's cooperative learning theory. This research effect deliberation method on literacy skills obtained a significance value of 0.017 < probability 0.05 and t count value 2.531 > t table 2.048. effect deliberation method on critical thinking skills obtained a significance value of 0,000 < probability 0.05 and t count value 4.636 > t table 2.048. For effect literacy skills on critical thinking a significance value of 0.018 < probability 0.05 and t value of 2.512 > t table of 2.048 were obtained. From three regression analyzes it can be concluded that Ho was rejected and Ha was accepted, which means that there was a significant affect.

Keywords: Deliberation Method, Literacy, Critical Thinking.

Abstrak

Keterampilan literasi dan critical thinking menjadi keterampilan yang harus dikuasi di abad XXI. Pendidikan di pesantren khususnya di Pesantren Kebon Jambu mempunyai metode pembelajaran yang dianggap mampu membentuk keterampilan literasi dan critical thinking, metode tersebut adalah musyawarah karena dalam musyawarah dibutuhkan argumentasi yang dibangun dari literasi membaca teks kitab kuning dan critical thinking. Berdasarkan latar belakang di atas, penulis melakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh metode musyawarah dalam pembelajaran kitab kuning terhadap kemampuan santri pada keterampilan literasi, seberapa besar pengaruh metode musyawarah terhadap kemampuan santri pada keterampilan critical thinking, dan seberapa besar pengaruh keterampilan literasi terhadap kemampuan santri pada keterampilan critical thinking di pesantren kebon jambu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis regresi untuk mengetahui besarnya pengaruh antar variabel dengan bantuan SPSS 25 for windows. Populasi dan sampel sebanyak 30 santri. Data penelitian diperoleh melalui angket. Metode musyawarah menggunakan teori belajar kooperatif Piaget dan Vigotsky. Pada penelitian ini pengaruh metode musyawarah terhadap keterampilan literasi didapat nilai signifikansi 0.017 < probabilitas 0,05 dan nilai t hitung 2,531 > t tabel 2,048. Pengaruh metode musyawarah terhadap keterampilan critical thinking didapat nilai signifikansi 0.000 < probabilitas 0,05 dan nilai t hitung 4,636 > t tabel 2,048. Sedangkan untuk pengaruh ketermpilan literasi terhadap critical thinking didapat nilai signifikansi 0.018 < probabilitas 0,05 dan nilai t hitung 2,512 > t tabel 2,048. Dari tiga analisis regresi tersebut dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima, yang berarti bahwa ada pengaruh signifikan.

Kata Kunci: Metode Musyawarah, Literasi, Critical Thinking.

 


Pendahuluan

Pendidikan merupakan usaha sadar yang sengaja dirancang untuk mencapai kualitas sumber daya manusia yang unggul baik di lembaga formal maupun nonformal. Salah satu yang menarik dari beberapa istilah pendidikan yang muncul belakangan adalah pendidikan literasi, pendidikan literasi diharapkan mampu menjawab persoalan yang muncul akibat rendahnya minat baca peserta didik. Riset yang dilakukan Proggramme for International Student Assesment (PISA) tentang literasi matematika, membaca, dan sains, skor literasi membaca di awal mengikuti tes PISA 371 dan mengalami peningkatan 382 (tahun 2003), 393 (tahun 2006), dan 402 (tahun 2009), kemudian terus mengalami penurunan 396 (tahun 2012), 397 (tahun 2015), dan titik terendah 371 (tahun 2018). Jika dibandingkan dengan rata-rata negara yang tergabung dengan PISA, Indonesia memiliki jarak yang cukup jauh terutama mengenai literasi membaca dengan rata-rata berada diangka 487, peringkat pertama diraih China (skor 555), kemudian diikuti Singapura (549), dan Makau (525). (Harususilo, 2019) Penurunan kualitas ini tentu indikasi bahwa ada beberapa pekerjaan rumah yang harus dilakukan, jika PISA masih menjadi standar bagi pemerintah untuk pembangunan pendidikan.

Pendidikan literasi menjadi penting karena keterampilan literasi menjadi salah satu kecakapan yang harus dikuasi untuk menghadapi abad XXI. Ini sebagaimana laporan yang dikeluarkan oleh Forum Ekonomi Dunia World Economic Forum (WEF) pada 2015 mengenai keterampilan yang harus dimiliki untuk menghadapi abad XXI. Keterampilan itu mencakup literasi, kompetensi, dan karakter.(Antoro, 2017).

Menurut WEF, tidak hanya pendidikan literasi namun karakter dan kompetensi juga dingaggap penting. Salah satu aspek kompetensi abad XXI menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhajir Effendy, khususnya di era industri revolusi 4.0 saat ini adalah berpikir kritis (critical thinking).(Akhmad, 2018).

Menurut Larsson berpikir kritis dapat diartikan sebagai upaya seseorang untuk memeriksa kebenaran dari suatu informasi menggunakan ketersediaan bukti, logika, dan kesadaran akan bias.(Ahmad & Nandy, 2018).

Penyiapan sumber daya manusia yang menguasai keterampilan abad XXI, terutama literasi dan critical thinking, akan lebih efektif jika ditempuh melalui jalur pendidikan. Sejatinya pendidikan literasi dan critical thinking dapat ditemukan penerapannya di hampir semua bidang pendidikan tanpa terkecuali pendidikan di pondok pesantren. Pondok  pesantren mempunyai metode pembelajaran khas dalam mengkaji kitab kuning,(Martin van, 2012) metode pembelajaran yang berjalan di pesantren sampai saat ini adalah metode sorogan, metode wetonan atau bandongan dan metode musyawarah.(Nurcholis, 2010).

Menurut Lailatul Fitriyah metode sorogan, pesetra didik hanya dilatih untuk membaca sebuah kitab yang ia maknai dengan tujuan untuk membenarkan bacaannya, pada metode bandongan, peserta didik hanya dilatih untuk menyimak apa yang guru bacakan sambil memberi makna, sedangkan metode musyawarah, tidak  hanya melatih peserta didik membaca dan menyimak, akan tetapi diperlukan argumentasi atas pendapat yang disampaikan.(Lailatul, Marliana, & Suryani, 2019). Sementara argumentasi yang dibangun diperoleh dari literasi membaca dan berfikir kritis, dalam hal ini membaca teks kitab kuning.

Sedangkan menurut Dhofier dalam musyawarah para santri harus belajar sendiri kitab-kitab klasik untuk mencari pemecahan masalah yang telah dipertanyakan beberapa hari sebelum musyawarah dimulai pada masing-masing kelompok sebagai dasar argumentasi yang mereka pakai.(Zamakhsyari, 2015). Sementara untuk mengungkapkan argumentasi dibutuhkan kemampuan berpikir kritis dan literasi membaca teks kitab kuning sebagai rujukan pembahasan masalah.

Berbagai pendapat diatas menjadi alasan bahwa metode musyawarah layak untuk diteliti lebih lanjut terkait baigamana perannya dalam membentuk peserta didik yang literat dan mampu berfikir kritis.

 Pesantren Kebon Jambu adalah salah satu dari pesantren yang masih kental dengan metode musyawarah. Metode musyawarah yang diterapkan di pesantren tersebut sebenarnya sudah menjadi tradisi yang mengakar sejak awal pendiriannya, pelaksanaan musyawarah di Pesantren Kebon Jambu memiliki beberapa sistematika pelaksanaan hingga pada perkembangannya mengalami berbagai modifikasi agar bernilai maksimal, adapun musyawarah yang berjalan sampai saat ini adalah musyawarah harian, mingguan, bulanan, tahunan dan musyawarah sewilayah tiga Cirebon.(Alamul, 2019).

Berdasarkan latar belakang diatas maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang seberapa besar pengaruh metode musyawarah dalam pembelajaran kitab kuning terhadap kemampuan santri pada keterampilan literasi dan critical thinking di Pesantren Kebon Jambu ?.

Metode

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang bersifat korelasional dalam rangka mengetahui hubungan setiap variabel penelitian dengan menggunakan teknik analisis regresi.(Sugiyono, 2017).

Langkah pertama membuat angket yang dirancang dalam 22 pertanyaan untuk santri tingkat enam sebanyak 30 responden. Jawaban setiap item instrumen menggunakan skala likert yang ditentukan dengan sekor 1-3 dengan kategori yang telah ditetapkan peneliti. Yaitu untuk sekor 3 menunjukan kategori baik, sekor 2 menunjukan kategori cukup, sekor 1 menunjukan kategori kurang. (Sugiyono, 2018).

Setelah semua data yang dibutuhkan terkumpul, langkah berikutnya  melakukan analisis terhadap semua data yang terkumpul. Yaitu dengan cara memberikan angka sekor pada setiap jawaban per item soal dari angket yang disebarkan kepada para responden kemudian seluruh sekor dijumlahkan secara keseluruhan, lalu dianalisis secara statistik. Dari hasil tersebut dibuat tiga kategori, yaitu tinggi (baik), sedang (cukup baik) dan rendah (kurang baik).

Setelah dianalisis secara statistik, item angket kemudian diuji validitas dan reliabilitas. Untuk cara uji validitas angket pada SPSS for windows sebagai berikut:(Sahid Raharjo, 2019b)

1.    Persiapkan tabulasi data angket yang ingin di uji. Kemudian buka program SPSS, klik Variable View, dibagian pojok kiri bawah program. Pada bagian name tuliskan Item_1 ke bawah sampai Item_7 (jika item angket berjumlah 7 jika Itemnya berjumlah 10 maka pada bagian name juga ditulis Item_1 sampai Item_10 dan seterusnya). Terakhir tulis Skor_Total. Pada Decimals ubah semua menjadi angka 0, untuk bagian Measure pilih Scale dan abaikan saja untuk pilihan yang lainnya.

2.    Klik Data View (dibagian pojok kiri bawah) dan masukan data angket sekaligus skor totalnya. Bisa dilakukan dengan cara copy paste dari tabulasi data angket yang sudah dipersiapkan tadi

3.    Selanjutnya pilih menu Analyze, kemudian pilih sub menu Correlate, lalu pilih Bivariate

4.    Kemudian muncul kotak baru, dari kotak dialog “Bivariate Correlations”, masukan semua variabel ke kotak Variables:, pada bagian “Correlation Coefficients” centang (v) Pearson, pada bagian “Test of Significance” pilih Two-tailed. Centang Flag Significant Correlations lalu klik Ok untuk mengakhiri perintah. Selanjutnya akan muncul output hasilnya

Adapun dasar pengambilan keputusan dalam uji ini, bisa dilakukan dengan cara:

Ø Membandingkan nilai r hitung dengan nilai r tabel. Jika nilai r hitung > r tabel, maka item soal angket tersebut dinyatakan valid dan jika nilai r hitung < r tabel, maka item soal angket tersebut dinyatakan tidak valid.

Untuk cara uji reliabilitas angket pada SPSS for windows sebagai berikut:(Sahid Raharjo, 2019a)

1.    Persiapkan data yang akan di uji reliabilitas dalam tabulasi

2.    Buka program SPSS dan klik Variable View, dibagian pojok kiri bawah program SPSS. Kemudian pada bagian Name tulis Item_1 ke bawah sampai Item_7 (jika item angket berjumlah 7 jika Itemnya berjumlah 10 maka pada bagian name juga ditulis Item_1 sampai Item_10). Pada bagian Decimals ubah semua menjadi angka 0, lalu pada bagian Measure ganti menjadi Scale. Abaikan pilihan yang lain atau biarkan tetap default

3.    Selajutnya klik Data View (dibagian pojok kiri bawah program) lalu masukan data tabulasi angket yang sudah dipersiapkan

4.    Selanjutnya, dari menu SPSS pilih Analyze, lalu klik Scale, kemudian klik Reliability Analysis

5.    Muncul kotak dialog baru dengan nama “Reliability Analysis”. Kemudian masukan semua variabel Item ke kotak Items:, pada bagian “model” pilih Alpha

6.    Langkah selanjutnya pilih Statistics maka muncul kotak dialog “Reliability Analysis: Statistics”. Kemudian pada “Descriptives for”, klik Scale if item deleted, lalu klik Continue. Abaikan pilihan yang lain. Terakhir pilih Ok untuk mengakhiri perintah, setelah itu akan uncul tampilan output hasilnya.

Adapun dasar pengambilan keputusan dalam uji ini, bisa dilakukan dengan cara:

Ø Membandingkan nilai Cronbach's Alpha dengan nilai r tabel. Apabila nilai Cronbach's Alpha > r tabel maka kuesioner dinyatakan reliable dan apabila nilai Cronbach's Alpha < r tabel maka kuesioner dinyatakan tidak reliable.

Kemudian tahap akhir yaitu analisis regresi untuk mengetahui pengaruh metode musyawarah dalam pembelajaran kitab kuning terhadap kemampuan santri pada keterampilan literasi dan critical thinking yaitu dengan analisis regresi sederhana. Apabila angka probabilitas hasil anlisa < 0,05 maka hipotesis (Ho) ditolak dan hipotesis kerja (Ha) diterima atau dengan cara membandingkan nilai t hitung dengan t tabel. Dalam penelitian ini terdapat satu variabel bebas (independent variabel) dan dua variabel terikat (dependent variabel) yaitu: variabel bebasnya metode musyawarah dalam pembelajaran kitab kuning (X) dan variabel terkikatnya keterampilan literasi (Y1) dan critical thinking santri (Y2).

Analisis regresi dalam penelitian ini menggunakan SPSS 25 for windows karena software SPSS selain sudah cukup popular dan banyak digunakan di Indonesia SPS, menurut penulis software SPSS sudah sangat akurat dalam perhitungan analisis, baik analisis dengan uji validitas atau reliabilitas angket dan analisis regresi sederhana atau berganda.(Sugiyono & Susanto, 2017)

Adapun langkah analisis regresi menggunakan SPSS 25 for windows sebagai berikut:

1.    Buka lembar kerja SPSS

2.    Buat semua keterangan variabel dari variabel view

3.    Klik data view dan masukan data

4.    Lalu analisis dengan cara: klik Analize-Regression-Linier, kemudian akan muncul dialog. Selanjutnya isilah kotak menu dependent dengan variabel terkait, yaitu Y1 atauY2 dan kotak menu independent dengan variabel bebas, yaitu variabel X

5.    Selanjutnya ketik kotak menu Statistics. Pilih Estimates, Descriptives dan Model Fit lalu klik Continue

6.    Kotak menu Plots, berfungsi untuk menampilkan grafik pada analisis regresi. Klik kotak menu Plots, kemudian klik Normal Probability Plot yang terletak pada kotak menu Standardized Residual Plots. Selanjutnya klik Continue, kemudian klik Ok, beberapa saat akan muncul hasilnya.

Hasil dan Pembahasan

A.  Temuan Penelitian

1.    Instumen Variabel Pengaruh Metode Musyawarah Kitab Kuning

 

Tabel 1. Musyawarah

No

Musyawarah

Interval

Frekuensi

Prosentase

1.        

Tinggi

19-21

2

6,67%

2.        

Sedang

15-18

19

63,33%

3.        

Rendah

12-14

9

30%

4.        

Jumlah

30

100%

 

Distribusi frekuensi diatas menunjukan bahwa frekuensi data pengaruh metode musyawarah dalam pembelajan kitab kuning, tertinggi pada kategori sedang, yaitu sebanyak 19  jawaban responden dari 30 santri. Karena nilai rata-rata jawaban responden berada pada interval 15-18, hal ini menunjukan bahwa metode musyawarah dalam pembelajan kitab kuning kategori sedang, yaitu 63,33%.

2.    Instumen Variabel Keterampilan Literasi

Tabel 2. Literasi

No

Literasi

Interval

Frekuensi

Prosentase

1.        

Tinggi

16-18

10

33,33%

2.        

Sedang

13-15

13

43,33%

3.        

Rendah

10-12

7

23,34%

4.        

Jumlah

30

100%

 

Distribusi frekuensi diatas menunjukan bahwa frekuensi data pengaruh keterampilan literasi dalam pembelajan kitab kuning, tertinggi pada kategori sedang, yaitu sebanyak 13  jawaban responden dari 30 santri. Karena nilai rata-rata jawaban responden berada pada interval 13-15, hal ini menunjukan bahwa keterampilan literasi dalam pembelajan kitab kuning kategori sedang, yaitu 43,33%.

3.    Instumen Variabel Keterampilan Critical Thinking

Tabel 3. Critical Thinking

No

Critical Thinking

Interval

Frekuensi

Prosentase

1.        

Tinggi

26-30

2

6,67%

2.        

Sedang

20-25

21

70%

3.        

Rendah

15-19

7

23,33%

4.        

Jumlah

30

100%

 

Distribusi frekuensi diatas menunjukan bahwa frekuensi data pengaruh keterampilan critical thinking dalam pembelajan kitab kuning, tertinggi pada kategori sedang, yaitu sebanyak 21  jawaban responden dari 30 santri. Karena nilai rata-rata jawaban responden berada pada interval 20-25, hal ini menunjukan bahwa keterampilan critical thinking dalam pembelajan kitab kuning kategori sedang, yaitu 70%.

B.  Pembahasan

Ujian Validitas Dan Reliabilitas

1.    Ujian Validitas Dan Reliabilitas Angket Metode Musyawarah

Untuk uji validitas dapat berpedoman pada tabel berikut ini:

Tabel 4. Uji Validitas Angket Metode Musyawarah

No

r hitung

r tabel

Keterangan

1.        

0,473

0,361

VALID

2.        

0,415

0,361

VALID

3.        

0,460

0,361

VALID

4.        

0,731

0,361

VALID

5.        

0,672

0,361

VALID

6.        

0,641

0,361

VALID

7.        

0,605

0,361

VALID

 

 

 

Ketetapan:

Ø Apabila r hitung > r tabel, maka item kuesioner dinyatakan “VALID”

Ø Apabila r hitung < r tabel, maka item kuesioner dinyatakan “TIDAK VALID”

Kesimpulan:

Dari hasil analisis SPSS didapat nilai skor item dengan skor total. Nilai ini kemudian dibandingkan dengan nilai r tabel, r tabel dicari pada signifikan 5% dengan n = 30, maka didapat r tabel  0.361. berdasarkan hasil analisis didapat nilai korelasi untuk semua item 1-7 lebih besar dari 0.361. maka dapat disimpulkan bahwa item-item tersebut berkorelasi signifikan dengan skor total dinyatakan semua item soal “VALID”.

Sedangkan untuk uji reliabelitas dapat berpedoman pada tabel berikut ini:

Tabel 5. Reliability Statistics

Reliability Statistics

Cronbach's Alpha

N of Items

.669

7

 

Ketetapan:

Ø Apabila nilai Cronbach's Alpha > r tabel maka kuesioner dinyatakan “RELIABLE”.

Ø Apabila nilai Cronbach's Alpha < r tabel maka kuesioner dinyatakan “TIDAK RELIABLE”

Kesimpulan:

Dari hasil analisis SPSS didapatkan nilai Cronbach's Alpha sebesar 0,669, sedangkan r  tabel pada signifikansi 5% dengan n = 30 sebesar 0,361, maka dapat disimpulkan bahwa butir-butir instrument penelitian tersebut semua “RELIABLE”.

2.    Ujian Validitas Dan Reliabilitas Angket Keterampilan Literasi

Untuk uji validitas dapat berpedoman pada tabel berikut ini:

Tabel 6. Uji Validitas Angket Keterampilan Literasi

No item

r hitung

r tabel

Keterangan

1.        

0,540

0,361

VALID

2.        

0,662

0,361

VALID

3.        

0,778

0,361

VALID

4.        

0,764

0,361

VALID

5.        

0,517

0,361

VALID

6.        

0,514

0,361

VALID

 

Ketetapan:

Ø Apabila r hitung > r tabel, maka item kuesioner dinyatakan “VALID”

Ø Apabila r hitung < r tabel, maka item kuesioner dinyatakan “TIDAK VALID”

Kesimpulan:

Dari hasil analisis SPSS didapat nilai skor item dengan skor total. Nilai ini kemudian dibandingkan dengan nilai r tabel, r tabel dicari pada signifikan 5% dengan n = 30, maka didapat r tabel  0.361. berdasarkan hasil analisis didapat nilai korelasi untuk semua item 1-6 lebih besar dari 0.361. maka dapat disimpulkan bahwa item-item tersebut berkorelasi signifikan dengan skor total dinyatakan semua item soal “VALID”.

Sedangkan untuk uji reliabelitas dapat berpedoman pada tabel berikut ini:

Tabel 7. Reliability Statistics

Reliability Statistics

Cronbach's Alpha

N of Items

.700

6

 

Ketetapan:

Ø Apabila nilai Cronbach's Alpha > r tabel maka kuesioner dinyatakan “RELIABLE”.

Ø Apabila nilai Cronbach's Alpha < r tabel maka kuesioner dinyatakan “TIDAK RELIABLE”

Kesimpulan:

Dari hasil analisis SPSS didapatkan nilai Cronbach's Alpha sebesar 0,700, sedangkan r  tabel pada signifikansi 5% dengan n = 30 sebesar 0,361, maka dapat disimpulkan bahwa butir-butir instrument penelitian tersebut semua “RELIABLE”.

3.    Ujian Validitas Dan Reliabilitas Angket Critical Thinking

Untuk uji validitas dapat berpedoman pada tabel berikut ini:

Tabel 8. Uji Validitas Angket

Critical Thinking

No item

r hitung

r tabel

Keterangan

1.        

0,591

0,361

VALID

2.        

0,662

0,361

VALID

3.        

0,425

0,361

VALID

4.        

0,498

0,361

VALID

5.        

0,630

0,361

VALID

6.        

0,620

0,361

VALID

7.        

0,432

0,361

VALID

8.        

0,529

0,361

VALID

9.        

0,576

0,361

VALID

10.     

0,559

0,361

VALID

 

Ketetapan:

Ø Apabila r hitung > r tabel, maka item kuesioner dinyatakan “VALID”

Ø Apabila r hitung < r tabel, maka item kuesioner dinyatakan “TIDAK VALID”

Kesimpulan:

Dari hasil analisis SPSS didapat nilai skor item dengan skor total. Nilai ini kemudian dibandingkan dengan nilai r tabel, r tabel dicari pada signifikan 5% dengan n = 30, maka didapat r tabel  0.361. berdasarkan hasil analisis didapat nilai korelasi untuk semua item 1-10 lebih besar dari 0.361. maka dapat disimpulkan bahwa item-item tersebut berkorelasi signifikan dengan skor total dinyatakan semua item soal “VALID”.

Sedangkan untuk uji reliabelitas dapat berpedoman pada tabel berikut ini:

Tabel 9. Reliability Statistics

Reliability Statistics

Cronbach's Alpha

N of Items

.745

10

Ketetapan:

Ø Apabila nilai Cronbach's Alpha > r tabel maka kuesioner dinyatakan “RELIABLE”.

Ø Apabila nilai Cronbach's Alpha < r tabel maka kuesioner dinyatakan “TIDAK RELIABLE”

Kesimpulan:

Dari hasil analisis SPSS didapatkan nilai Cronbach's Alpha sebesar 0,745, sedangkan r  tabel pada signifikansi 5% dengan n = 30 sebesar 0,361, maka dapat disimpulkan bahwa butir-butir instrument penelitian tersebut semua “RELIABLE”.

Analisis Regresi Dan Uji Hipotesis

A.  Analisis Regresi Dan Uji Hipotesis Pengaruh Metode Musyawarah Terhadap Keterampilan Literasi

1.    Analisis regresi pengaruh metode musyawarah terhadap keterampilan literasi

Secara umum rumus persamaan regresi sederhana adalah Y = a + bX. Sementara untuk mengetahui nilai koefisien regresi tersebut dapat berpedoman pada output yang berada pada tabel Coefficients SPSS.

a = angka konstan dari Unstandardized Coefficients. Dalam kasus ini nilainya sebesar  6.946. angka ini merupakan angka konstan yang mempunyai arti jika menggunakan metode musyawarah dalam pembelajaran kitab kuning (X) maka nilai konsisten kemampauan santri pada keterampilan literasi  (Y1) adalah sebesar  6.946.

b = angka koefisien regresi. Nilainya sebesar 0,446. Angka ini mengandunga arti bahwa setiap  penambahan 1% tingkat metode musyawarah dalam pembejaran kitab kuning (X), maka  kemampauan santri pada keterampilan literasi (Y1) akan meningkat sebesar  0,446.

Karena nilai koefisien regresi bernilai positif , maka dengan demikian dapat dikatakan bahwa  metode musyawarah dalam pembelajaran kitab kuning (X) berpengaruh positif terhadap kemampauan santri pada keterampilan literasi (Y1).  Sehingga persamaan regresinya adalah  Y1= 6.946 + 0,446 X.

2.    Uji Hipotesis Metode Musyawarah Terhadap Keterampilan Literasi

Uji hipotesis atau uji pengaruh berfungsi untuk mengetahui apakah koefisien regresi tersebut signifikan atau tidak. Adapun hipotesisnya sebagai berikut:

Ø Ho = Tidak ada pengaruh metode musyawarah dalam pembelajaran kitab kuning (X) terhadap kemampuan santri pada keterampilan literasi (Y1)

Ø Ha = Ada pengaruh metode musyawarah dalam pembelajaran kitab kuning (X) terhadap kemampuan santri pada keterampilan literasi (Y1)

Sementara itu, untuk memastikan apakah koefisien regresi tersebut signifikan atau tidak (dalam arti variabel X berpengaruh terhadap variabel Y1) dapat melakukan uji hipotesis ini dengan cara membandingkan nilai signifikansi (Sig.) dengan probabilitas 0,05 atau dengan cara membandingkan nilai t hitung dengan t tabel.

a.    Uji  hipotesis membandingkan nilai signifikansi (Sig.) dengan 0,05

Adapun yang menjadi dasar pengambilan keputus dalam analisis regresi dengan melihat nilai signifikansi (Sig.) hasil output SPSS adalah:

Ø Jika nilai signifikansi (Sig.) lebih kecil < dari probabilitas 0,05 mengandung arti bahwa ada pengaruh metode musyawarah dalam pembelajaran kitab kuning (X) terhadap kemampauan santri pada keterampilan literasi (Y1)

Ø Sebaliknya, Jika nilai signifikansi (Sig.) lebih besar > dari probabilitas 0,05 mengandung arti bahwa tidak ada pengaruh metode musyawarah dalam pembelajaran kitab kuning (X) terhadap kemampauan santri pada keterampilan literasi (Y1)

Berdasarkan autput SPSS diketahui nilai signifikansi (Sig.) sebesar 0.017 lebih kecil dari < probabilitas 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima, yang berarti bahwa “ada pengaruh metode musyawarah dalam pembelajaran kitab kining (X) terhadap kemampaun santri pada keterampilan literasi (Y1)”

b.    Uji hipotesis membandingkan nilai t hitung dengan t tabel

Pengujian hipotesis ini sering disebut juga dengan uji t, dimana dasar pengambilan keputusan dalam uji t adalah:

Ø Jika nilai t hitung lebih besar > dari t tabel maka ada pengaruh metode musyawarah dalam pembelajaran kitab kining (X) terhadap kemampaun santri pada keterampilan literasi (Y1)

Ø Jika nilai t hitung lebih kecil < dari t tabel maka tidak ada pengaruh metode musyawarah dalam pembelajaran kitab kining (X) terhadap kemampaun santri pada keterampilan literasi (Y1)

Berdasarkan output SPSS diketahui nilai t hitung sebesar 2,531. karena nilai t hitung sudah ditemukan, maka selanjutnya mencari nilai t tabel. Adapun rumus untuk mencari t tabel adalah:

Nilai a/2 = 0,05/2 = 0,025

Derajad kebebasan (df) = n-2= 30-2 =28

Nilai 0,025 ; 28 kemudian lihat pada distribusi nilai t tabel. Maka didapat nilai t tabel sebesar 2,048

Karena nilai t hitung sebesar 2,531 lebih besar dari > t tabel 2,048, sehingga dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima, yang berarti bahwa “ada pengaruh metode musyawarah dalam pembelajaran kitab kuning (X) terhadap kemampuan santri pada keterampilan literasi (Y)“

Untuk mengetahui besarnya pengaruh metode musyawarah dalam pembelajaran kitab kuning terhadap kemampuan santri pada keterampilan literasi dalam analisis regresi, dapat berpedoman pada nilai R Square atau R2 terdapat pada output SPSS bagian model summary. Dari output SPSS bagian model summary diketahui nilai R square sebesar 0,186. Nilai ini mengandung arti bahwa pengaruh metode musyawarah dalam pembelajaran kitab kuning terhadap kemampuan santri pada keterampilan literasi adalah sebesar 18,6% sedangkan 81,4% keterampilan literasi dipengaruhi oleh variabel yang lain yang tidak diteliti.

Merujuk pada pembahasan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa metode musyawarah dalam pembelajaran kitab kuning berpengaruh positif terhadap kemampuan santri pada keterampilan literasi dengan total pengaruh sebesar 18,6%. Pengaruh positif ini bermakna semakin tinggi metode musyawarah dalam pembelajaran kitab kuning maka akan berpengaruh terhadap kemampuan santri pada keterampilan literasi.

B.  Analisis Regresi Dan Uji Hipotesis Pengaruh Metode Musyawarah Terhadap critical thinking

1.    Analisis regresi pengaruh metode musyawarah terhadap critical thinking

Secara umum rumus persamaan regresi sederhana adalah Y = a + bX. Sementara untuk mengetahui nilai koefisien regresi tersebut dapat berpedoman pada output SPSS yang berada pada tabel coefficients.

a = Angka konstan dari unstandardized coefficients. Dalam kasus ini nilainya sebesar 5,283. Angka ini merupakan angka konstan yang mempunyai arti jika menggunakan metode musyawarah dalam pembelajaran kitab kuning (X) maka nilai konsisten terhadap kemampuan santri pada keterampilan critical thinking  (Y2) adalah sebesar  5,283.

b = Angka koefisien regresi. Nilainya sebesar  1,036. Angka ini mengandunga arti bahwa setiap  penambahan 1% tingkat pengaruh metode musyawarah dalam pembelajaran kitab kuning (X), maka kemampuan santri pada keterampilan critical thinking (Y2) akan meningkat sebesar  1,036.

Karena nilai koefisien regresi bernilai positif, maka dengan demikian dapat dikatakan bahwa metode musyawarah dalam pembelajaran kitab kuning (X) berpengaruh positif terhadap kemampuan santri pada keterampilan critical thinking (Y2).  Sehingga persamaan regresinya adalah  Y2 = 5,283 + 1,036 X

2.    Uji Hipotesis Metode Musyawarah Terhadap Critical Thinking

Uji hipotesis atau uji pengaruh berfungsi untuk mengetahui apakah koefisien regresi tersebut signifikan atau tidak. Adapun hipotesisnya sebagai berikut:

Ø Ho = Tidak ada pengaruh metode musyawarah dalam pembelajaran kitab kuning (X) terhadap kemampuan santri pada keterampilan critical thinking (Y2)

Ø Ha = Ada pengaruh metode musyawarah dalam pembelajaran kitab kuning (X) terhadap kemampuan santri pada keterampilan critical thinking (Y1)

Sementara itu, untuk memastikan apakah koefisien regresi tersebut signifikan atau tidak (dalam arti variabel X berpengaruh terhadap variabel Y1) dapat melakukan uji hipotesis ini dengan cara membandingkan nilai signifikansi (Sig.) dengan probabilitas 0,05 atau dengan cara membandingkan nilai t hitung dengan t tabel.

a.    Uji  hipotesis membandingkan nilai signifikansi (Sig.) dengan 0,05

Adapun yang menjadi dasar pengambilan keputus dalam analisis regresi dengan melihat nilai signifikansi (Sig.) hasil output SPSS adalah:

Ø Jika nilai signifikansi (Sig.) lebih kecil < dari probabilitas 0,05 mengandung arti bahwa ada pengaruh metode musyawarah dalam pembelajaran kitab kuning (X) terhadap kemampuan santri pada keterampilan critical thinking (Y2).

Ø Sebaliknya, Jika nilai signifikansi (Sig.) lebih besar > dari probabilitas 0,05 mengandung arti bahwa tidak ada pengaruh metode musyawarah dalam pembelajaran kitab kuning (X) terhadap kemampuan santri pada keterampilan critical thinking (Y2).

Berdasarkan output SPSS diketahui nilai signifikansi (Sig.) sebesar 0,000 lebih kecil dari < probabilitas 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima, yang berarti bahwa “ada pengaruh metode musyawarah dalam pembelajaran kitab kuning (X) terhadap kemampuan santri pada keterampilan critical thinking (Y2)”

b.    Uji hipotesis membandingkan nilai t hitung dengan t tabel

Pengujian hipotesis ini sering disebut juga dengan uji t, dimana dasar pengambilan keputusan dalam uji t adalah:

Ø Jika nilai t hitung lebih besar > dari t tabel maka ada pengaruh metode musyawarah dalam pembelajaran kitab kuning (X) terhadap kemampuan santri pada keterampilan critical thinking (Y2)

Ø Jika nilai t hitung lebih kecil < dari t tabel maka tidak ada pengaruh metode musyawarah dalam pembelajaran kitab kuning (X) terhadap kemampuan santri pada keterampilan critical thinking (Y2)

Berdasarkan output SPSS diketahui nilai t hitung sebesar 4,636. karena nilai t hitung sudah ditemukan, maka selanjutnya mencari nilai t tabel. Adapun rumus untuk mencari t tabel adalah:

Nilai a/2 = 0,05/2 = 0,025

Derajad kebebasan (df) = n-2= 30-2 =28

Nilai 0,025 ; 28 kemudian lihat pada distribusi nilai t tabel. Maka didapat nilai t tabel sebesar 2,048

Karena nilai t hitung sebesar 4,636 lebih besar dari > t tabel 2,048, sehingga dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima, yang berarti bahwa “ada pengaruh metode musyawarah dalam pembelajaran kitab kuning (X) terhadap kemampuan santri pada keterampilan critical thinking (Y2)“

Untuk mengetahui besarnya pengaruh metode musyawarah dalam pembelajaran kitab kuning terhadap kemampuan santri pada keterampilan critical thinking dalam analisis regresi, dapat berpedoman pada nilai R Square atau R2 terdapat pada output SPSS bagian model summary. Dari output SPSS bagian model summary diketahui nilai R square sebesar 0,434. Nilai ini mengandung arti bahwa pengaruh metode musyawarah dalam pembelajaran kitab kuning terhadap kemampuan santri pada keterampilan critical thinking adalah sebesar 43,4% sedangkan 56,6% keterampilan critical thinking dipengaruhi oleh variabel yang lain yang tidak diteliti.

Merujuk pada pembahasan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa metode musyawarah dalam pembelajaran kitab kuning berpengaruh positif terhadap kemampuan santri pada keterampilan critical thinking dengan total pengaruh sebesar 43,4%. pengaruh positif ini bermakna semakin tinggi metode musyawarah dalam pembelajaran kitab kuning maka akan berpengaruh terhadap peningkatan kemampuan santri pada keterampilan critical thinking.

C.  Analisis Regresi Dan Uji Hipotesis Pengaruh Metode Musyawarah Terhadap critical thinking

1.      Analisis Regresi Pengaruh Keterampilan Literasi Terhadap Critical Tinking

Secara umum rumus persamaan regresi sederhana adalah Y = a + bX. Sementara untuk mengetahui nilai koefisien regresi tersebut dapat berpedoman pada output yang berada pada tabel coefficients SPSS.

a = Angka konstan dari unstandardized coefficients. Dalam kasus ini nilainya sebesar 12,703. Angka ini merupakan angka konstan yang mempunyai arti jika keterampilan literasi meningkat (Y1) maka nilai konsisten keterampilan critical thinking  (Y2) adalah sebesar  12,703.

b = Angka koefisien regresi. Nilainya sebesar 0,652. Angka ini mengandunga arti bahwa setiap  penambahan 1% tingkat keterampilan literasi (Y1), maka  keterampilan critical thinking (Y2) akan meningkat sebesar 0 ,652.

Karena nilai koefisien regresi bernilai positif, maka dengan demikian dapat dikatakan bahwa peningkatan keterampilan literasi (Y1) berpengaruh positif terhadap keterampilan critical thinking (Y2).  Sehingga persamaan regresinya adalah  Y1 = 12.703 + 0,652 X

2.      Uji Hipotesis Keterampilan Literasi Terhadap critical tinking

Uji hipotesis atau uji pengaruh berfungsi untuk mengetahui apakah koefisien regresi tersebut signifikan atau tidak. Adapun hipotesisnya sebagai berikut:

Ø Ho = Tidak ada pengaruh keterampilan literasi (Y1) terhadap kemampuan santri pada keterampilan critical thinking (Y2)

Ø Ha = Ada pengaruh keterampilan literasi (Y1) terhadap kemampuan santri pada keterampilan critical thinking (Y2)

Sementara itu, untuk memastikan apakah koefisien regresi tersebut signifikan atau tidak (dalam arti variabel Y1 berpengaruh terhadap variabel Y2) dapat melakukan uji hipotesis ini dengan cara membandingkan nilai signifikansi (Sig.) dengan probabilitas 0,05 atau dengan cara membandingkan nilai t hitung dengan t tabel.

a.    Uji  hipotesis membandingkan nilai signifikansi (Sig.) dengan 0,05

Adapun yang menjadi dasar pengambilan keputus dalam analisis regresi dengan melihat nilai signifikansi (Sig.) hasil output SPSS adalah:

Ø Jika nilai signifikansi (Sig.) lebih kecil < dari probabilitas 0,05 mengandung arti bahwa ada pengaruh keterampilan literasi (Y1) terhadap keterampilan critical thinking (Y2)

Ø Sebaliknya, Jika nilai signifikansi (Sig.) lebih besar > dari probabilitas 0,05 mengandung arti bahwa tidak ada pengaruh keterampilan  literasi (Y1) terhadap keterampilan critical thinking (Y2)

Berdasarkan autput SPSS diketahui nilai signifikansi (Sig.) sebesar 0,018 lebih kecil dari < probabilitas 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima, yang berarti bahwa “ada pengaruh keterampilan literasi (Y1) terhadap keterampilan critical thinking (Y2)”

b.    Uji hipotesis membandingkan nilai t hitung dengan t tabel

Pengujian hipotesis ini sering disebut juga dengan uji t, dimana dasar pengambilan keputusan dalam uji t adalah:

Ø Jika nilai t hitung lebih besar > dari t tabel maka ada pengaruh keterampilan literasi (Y1) terhadap keterampilan critical thinking (Y2)

Ø Jika nilai t hitung lebih kecil < dari t tabel maka tidak ada pengaruh keterampilan literasi (Y1) terhadap keterampilan critical thinking (Y2)

Berdasarkan output SPSS diketahui nilai t hitung sebesar 2,512. karena nilai t hitung sudah ditemukan, maka selanjutnya mencari nilai t tabel. Adapun rumus untuk mencari t tabel adalah:

Nilai a/2 = 0,05/2 = 0,025

Derajad kebebasan (df) = n-2= 30-2 =28

Nilai 0,025 ; 28 kemudian lihat pada distribusi nilai t tabel. Maka didapat nilai t tabel sebesar 2,048

Karena nilai t hitung sebesar 2,512 lebih besar dari > t tabel 2,048, sehingga dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima, yang berarti bahwa “ada pengaruh keterampilan literasi (Y1) terhadap keterampilan critical thinking (Y2)“

Untuk mengetahui besarnya pengaruh keterampilan literasi terhadap keterampilan critical thinking dalam analisis regresi, dapat berpedoman pada nilai R Square atau R2 terdapat pada output SPSS bagian model summary. Dari output SPSS bagian model summary diketahui nilai R square sebesar 0,184. Nilai ini mengandung arti bahwa pengaruh keterampilan literasi terhadap keterampilan critical thinking adalah sebesar 18,4% sedangkan 81,6% keterampilan critical thinking dipengaruhi oleh variabel yang lain yang tidak diteliti.

Merujuk pada pembahasan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa keterampilan literasi berpengaruh positif terhadap keterampilan critical thinking dengan total pengaruh sebesar 18,4%. pengaruh positif ini bermakna semakin tinggi keterampilan literasi dalam pembelajaran kitab kuning maka akan berpengaruh terhadap peningkatan kemampuan santri pada keterampilan critical thinking.

Kesimpulan

Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa:

Metode musyawarah dalam pembelajaran kitab kuning mempunyai pengaruh signifikan terhadap kemampuan santri pada keterampilan literasi sebesar 18,6% sedangkan 81,4% keterampilan literasi dipengaruhi oleh variabel yang lain yang tidak diteliti.

Metode musyawarah dalam pembelajaran kitab kuning mempunyai pengaruh signifikan terhadap kemampuan santri pada keterampilan critical thinking sebesar 43,4% sedangkan 56,6% keterampilan critical thinking dipengaruhi oleh variabel yang lain yang tidak diteliti.

Keterampilan literasi kitab kuning mempunyai pengaruh signifikan terhadap kemampuan santri pada keterampilan critical thinking sebesar 18,4% sedangkan 81,6% keterampilan critical thinking dipengaruhi oleh variabel yang lain yang tidak diteliti.

Daftar Pustaka

Ahmad, S., & Nandy, A. S. (2018). Berpikir Kritis: Mendorong Introduksi dan Reformulasi Konsep dalam Psikologi Islam. Buletin Psikologi, 26(2), 86–96. Retrieved from https://jurnal.ugm.ac.id

Akhmad, H. T. (2018). Mendikbud Siapkan 5 Langkah Strategi Hadapi Revolusi Industri 4.0. Retrieved from https://news.okezone.com

Alamul, Y. (2019). wawancara Seputar Pendidikan di Pondok Kebon Jambu.

Antoro, B. (2017). Gerakan Literasi Sekolah, dari Pucuk Hingga Akar, Sebuah Refleksi. Retrieved from http://repositori.kemdikbud.go.id

Harususilo, Y. E. (2019). Skor PISA Terbaru Indonesia, Ini 5 PR Besar Pendidikan pada Era Nadiem Makarim. Retrieved from https://edukasi.kompas.com

Lailatul, F., Marliana, & Suryani. (2019). Pendidikan Literasi pada Pembelajaran Kitab Kuning di Pondok Pesantren Nurul Huda Sukaraja. 11(1), 20–30. Retrieved from https://journal.stkipnurulhuda.ac.id

Martin van, B. (2012). Kitab Kuning Pesantren dan Tarekat (Cetakan 1). Yogyakarta: Gading Publishing.

Nurcholis, M. (2010). Bilik-Bilik Pesantren Sebuah Potret Perjalanan. Jakarta: Paramadina.

Sahid Raharjo. (2019a). Cara Melakukan Uji Reliabilitas Alpha Cronbach’s dengan SPSS. Retrieved from https://www.spssindonesia.com

Sahid Raharjo. (2019b). Cara melakukan Uji Validitas Product Moment dengan SPSS. Retrieved from https://www.spssindonesia.com

Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif. Bandung: Alfabeta.

Sugiyono, & Susanto, A. (2017). Cara Mudah Belajar SPSS dan LISREL. Bandung: Alfabeta.

Zamakhsyari, D. (2015). Tradisi Pesantren Studi tentang Pandangan Hidup Kyai (Cetakan 9). Jakarta: LP3ES.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini